PT Bogor Life Science and Technology (BLST) bekerjasama dengan Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) LPPM IPB telah mengadakan acara Seminar dengan Tema “MENUJU KEMANDIRIAN BIOTEKNOLOGI DENGAN PRODUK NASIONAL” pada Selasa 26 April 2016 di IPB Science Park Taman Kencana.

Dalam acara ini juga digelar Soft Launching produk inovasi yaitu “Enzim DNA Polimerase PolPfu InventPro” dengan nama dagang Inventpro. Produk ini merupakan hasil inovasi dari Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB bekerjasama dengan PT BLST sebagai perusahaan IPB yang memiliki mandat untuk mengkomersialkan hasil inovasi IPB.
Hadir dalam acara ini stakeholder dari kalangan industry, akademisi, peneliti, dan pemerintah. Dari kalangan industry yang hadir di antaranya Nutrifood, Kalbe Farma, Biofarma, Saraswanti Indo Genetech, Dexa Medica, Biosains Medika Indonesia, Inquatex. Hadir kalangan akademisi dan peneliti dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi wilayah jabodetabek. Dari Pemerintah hadir perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Acara diawali oleh sambutan dari Dr. Drh. Joko Pamungkas, MSc selaku kepala PSSP LPPM IPB. Dalam sambutannya Bapak Joko menyampaikan perjalanan riset sampai komersial yang dilakukan oleh PSSP dengan dukungan dari PT BLST. Kerjasama PSSP dan PT BLST bermula di tahun 2004 yaitu pengembangan substrat untuk bahan bahan baku vaksin polio yang disuplai ke PT Biofarma. Kerjasama terbaru PSSP dan PT BLST adalah Enzym DNA Polimerase dengan merk dagang InventPro. Di akhir sambutannya Bapak Joko menyampaikan pesan kepada peniliti dan unit di IPB untuk tidak ragu dalam komersialisasi inovasi karena IPB sudah memiliki PT BLST sebagai unit bisnis untuk komersialisasi inovasi.
Bapak Dr. Meika Syahbana Rusli selaku Direktur Utama PT BLST dalam sambutannya menjelaskan bahwa PT BLST telah mendirikan IPB Science Park sebagai kawasan untuk pengembangan dan komersialisasi hasil inovasi. Memberi sambutannya juga Wakil Rektor IPB bidang Akademik dan Kemahasiswaan, beliau menyampaikan bahwa IPB sedang gencar-gencarnya mendorong kemandirian pangan diantaranya melalui padi varietas IPB 3S dan kemandirian bioteknologi salah satunya melalui InventPro.

DSC_2248
Pembicara seminar, Dr. dr. Budiman Bela menyampaikan penerapan Biologi Sintetik dan Ilmu Kimia Biomimetik untuk Perkembangan Kesehatan. Penerapan Biologi sintetik bidang tersebut sudah banyak dilakukan antara lain untuk produksi Vaksin HIV pada Escherichia coli dan untuk terapi kanker dan penyakit infeksi. Pada kesimpulannya pembicara menyampakan bahwa Biologi Sintetik dan Biomimetik merupakan pendekatan yang berkembang pesat untuk pengembangan kesehatan dan berbagai bidang lainnya untuk peningkatan kualitas hidup.
Acara diakhiri dengan soft launching Inventpro : Enzim DNA Polimerase. Soft Launching diawali dengan pemutaran video tentang inventpro. Dr. Uus Saepuloh selaku invator menjelaskan bahwa Aplikasi enzim PolPfu dalam teknik PCR terutama diperlukan untuk tujuan kloning gen (gene cloning), ekspresi gen (gene expression) dan site-directed mutagenesis. Permasalahan pada enzim ini adalah produksi masih dilakukan oleh luar negeri sehingga peneliti dan perusahaan di Indonesia harus membelinya secara import dengan harga yang cukup tinggi. Diharapkan dengan adanya enzim DNA polimerasi Polpfu produksi dalam negeri yaitu InventPro bisa mengurangi biaya dan meningkatkan kemandirian bioteknologi Indonesia. Inventpro memiliki keunggulan High Fidelity & High Sensitivity.

DSC_2226
Pada launching Inventpro disampaikan juga testimonu dari PT Nutrifood yang telah mencoba menggunakan Inventpro. Nutrifood menggunakan PCR untuk mendeteksi kontaminan pada produk-produknya. Hasil analisis yang dilakukan oleh Nutrifood dengan aplikasi Inventpro pada PCRnya menunjukan hasil yang bagus
InventPro bisa terwujud berkat adanta kerjasama anatara Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB dan PT Bogor Life Science and Technology, Holding Company of IPB.

P_20160426_100702

[PRESS RELEASE] SEMINAR MENUJU KEMANDIRIAN BIOTEKNOLOGI DENGAN PRODUK NASIONAL
Tagged on: